Membulatkan Harga Nominal

 

Membulatkan Harga Nominal

Assalamu’alaikum wr.wb

Gimana hukumnya kalau kita membulatkan harga yang sudah tertera di print out, seperti misalnya dalam pembayaran telp pd sebuah wartel. Terimakasih sebelumnya.

Wassalam

Pipit – Purworejo

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Perkara ini meski kecil namum layak untuk diperhatikan. Sebab ketika seseorang menetapkan harga, yang wajib dibayarkan adalah apa yang telah ditetapkan. Bila ada kekurangan dari uang kembalian karena pecahan nominalnya sulit didapat, paling tidak harus ada pernyataan untuk meminta keikhlasan kepada pihak yang haknya terambil.

Sebab meski nilai uang pecahan itu hanya beberapa rupiah, tetapi bila dijumlahkan pastilah akan menjadi teramat banyak. Untuk itu, pihak penjual harus memastikan bahwa uang kembalian itu utuh, tidak dibulatkan. Dan bila terpaksa harus dibulatkan, sampaikan dulu permintaan kepada konsumen bahwa kembaliannya terpaksa dibulatkan karena alasan teknis. Umumnya pihak pembeli bisa maklum dengan alasan itu tetapi bila disampaikan permohonan maaf serta kesediaan untuk mengikhlaskannya, tentu orang yang merasa dihargai dengan baik.

Sebab sebuah transaksi itu disyaratkan untuk bisa terjadi kesepakatan dan saling ikhlas atas apa yang mereka lakukan.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *